Kunjungan Kerja Direktur Binganismin TUN dan Sesditjen Badilmiltun ke PTUN Mataram

Mataram – Kamis, 12 Mei 2016, Direktur Pembinaan Tenaga Teknis dan Administrasi Peradilan TUN, Bapak DR. Yodi Martono Wahyunadi, SH, MH bersama dengan Sekretaris Ditjen Badilmiltun yang baru saja dilantik pada tanggal 21 April 2016, Ibu Jeanny Hilderia Veronica Hutauruk, S.E., M.M, Ak., CA melakukan kunjungan kerja ke Pengadilan Tata Usaha Negara Mataram.

Sekretaris Ditjen dengan Direktur Binganis memberikan pengarahan mengenai Reformasi Birokrasi. Dimoderatori oleh Ibu Ketua Pengadilan Tata Usaha Mataram pembinaan diikuti oleh Wakil Ketua, Panitera, Sekretaris, dan para hakim PTUN Mataram. Pembinaan dilakukan di Ruang Sidang Utama.PTUN Mataram pukul 09.00 sampai dengan pukul 12.00 WITA. Bersedia hadir pula dalam pembinaan tersebut salah satu narasumber dalam Bimtek yang sedang berlangsung, Dr. H. Dani Elpah, SH., MH, setelah paginya mengisi materi pada kegiatan Bimtek Bendahara Keuangan Perkara.

Sekretaris Ditjen memberikan penjelasan mengenai apa itu Reformasi Birokrasi, mengapa harus melakukan Birokrasi Birokrasi, apa pentingnya Reformasi Birokrasi, serta bagaimana kondisi Reformasi Birokrasi di MA. Sedangkan Direktur Binganis menjelaskan tentang apa tujuan yang akan dicapai bersama dengan melaksanakan Reformasi Birokrasi di MA, secara khusus di lingkungan Peradilan Tata Usaha Negara serta memberikan motivasi kepada para peserta untuk melaksanakan Reformasi Birokrasi. Direktur memberikan tips untuk melatih diri terbiasa membuat dokumentasi hasil pekerjaan, misalnya para hakim memberikan laporan secara tertulis kepada pimpinan, selain itu warga pengadilan diminta mendukung inovsi-inovasi yang ada misalnya one day publish, one day minutering, penggunaan/pemanfaatan teknologi IT dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Direktur menekankan pentingnya menumbuhkan kompetensi dan integritas dalam diri masing-masing personel peradilan, khususnya Peradilan Tata Usaha Negara. Para warga peradilan, agar meningkatkan kemampuan dalam hal kepemimpinan, pengetahuan hukum, manajemen peradilan, teknologi informasi. Penting pula untuk menjaga integritas, menjaga citra peradilan, hal ini dikarenakan banyaknya sorotan publik terhadap hakim. Ada baiknya seluruh warga peradilan membaca buku saku Aturan Perilaku Pegawai Mahkamah Agung RI. (ns)