PENDIDIKAN KHUSUS PROFESI ADVOKAT
Banjarmasin, 24 Oktober 2026
Pengenalan mendalam mengenai dinamika Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN) mewarnai rangkaian kegiatan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PERADI Banjarmasin bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Sultan Adam. Acara yang menjadi bagian penting dalam mencetak calon advokat berkualitas ini bertempat di Hotel Banjarmasin Internasional, Jalan Ahmad Yani Km. 4, Kota Banjarmasin.
Pada kesempatan tersebut, hadir sebagai narasumber utama seorang praktisi hukum berpengalaman, Hakim Bapak Wisnu Tri Nugroho, S.H. Beliau membawakan materi inti yang berfokus pada pengenalan dan bedah mendalam seputar eksistensi serta hukum acara di lingkungan Peradilan Tata Usaha Negara.

Di hadapan para peserta PKPA yang antusias, Bapak Wisnu Tri Nugroho, S.H. mengupas tuntas secara terperinci mengenai esensi PTUN sebagai benteng keadilan administratif bagi masyarakat. Pemaparan tidak hanya menyentuh aspek teoretis semata, melainkan juga dibedah dari sudut pandang praktik peradilan yang hidup, meliputi karakteristik sengketa tata usaha negara, objek sengketa, hingga alur beracara yang harus dipahami secara presisi oleh seorang calon advokat profesional.
Lebih lanjut, beliau juga menguraikan secara spesifik dan mendalam mengenai Surat Kuasa Khusus di lingkungan Peradilan Tata Usaha Negara. Mengingat formalitas dan ketelitian dalam pembuatan surat kuasa memegang peranan krusial dalam keabsahan beracara di pengadilan, Bapak Wisnu memberikan catatan-catatan penting serta poin krusial agar para peserta terhindar dari kesalahan administratif formil yang kerap menjadi hambatan di persidangan.

Guna memastikan efektivitas penyampaian materi dan mengukur tingkat penyerapan informasi, kegiatan ini ditutup dengan sesi evaluasi yang interaktif. Di akhir acara, Bapak Wisnu Tri Nugroho, S.H. membagikan kuis edukatif bagi para audiens. Sesi ini sekaligus berfungsi sebagai sarana identifikasi untuk mengukur sejauh mana para peserta menangkap, memahami, dan merefleksikan materi hukum acara PTUN yang baru saja dipaparkan.

Antusiasme peserta terlihat jelas dari keaktifan mereka dalam merespons kuis tersebut, menjadikan suasana pelatihan berlangsung dinamis, edukatif, serta penuh dengan semangat peningkatan kompetensi hukum.
Melalui pembekalan intensif ini, diharapkan para calon advokat lulusan PKPA DPC PERADI Banjarmasin dan STIH Sultan Adam memiliki fondasi yang kuat, integritas tinggi, serta ketajaman analisis tatkala mendampingi masyarakat beracara di lingkungan Peradilan Tata Usaha Negara di masa mendatang.

