Berita Terkini & Pengumuman
PEMBINAAN ROHANI SERTA WUJUD NYATA TERCIPTANYA TOLERANSI ANTAR AGAMA
Banjarmasin, 4 Juli 2025
Pada hari Jumat yang penuh berkah, telah dilaksanakan kegiatan pembinaan rohani rutin bagi seluruh aparatur PTUN Banjarmasin dengan tema "Kiat-Kiat Menjadi Orang Bertakwa". Kegiatan ini berlangsung dengan khidmat dan penuh makna, diikuti oleh seluruh pegawai yang beragama Islam. Bertempat di ruang sidang utama, acara ini diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Bapak Aditya Apriza, S.H., yang menambah suasana religius dan menenangkan hati.
Dalam tausiyah yang disampaikan oleh Ustaz H. Muhammad Mubarok, S.H., dijelaskan bahwa ketakwaan merupakan salah satu derajat tertinggi dalam Islam yang menjadi tolak ukur kemuliaan seseorang di sisi Allah SWT. Takwa bukan hanya sekadar ibadah lahiriah, namun juga mencerminkan kedalaman hati dalam menjaga hubungan dengan Allah dan sesama manusia.

Beberapa kiat penting untuk menjadi pribadi yang bertakwa antara lain adalah menjaga shalat lima waktu secara berjamaah, senantiasa bersyukur dalam setiap keadaan, menjauhi hal-hal yang diharamkan, serta selalu memperbaiki akhlak dan niat dalam setiap amal. Penceramah juga menekankan pentingnya muhasabah diri serta membiasakan selalu mendekatkan diri dengan cara membaca dan murajaah Alquran, sesuai dengan firman Allah dalam surah Al – Baqarah ayat 3 s.d. 5, yang berbunyi;
ٱلَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِٱلْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَمِمَّا رَزَقْنَٰهُمْ يُنفِقُونَ
(yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka.
,وَٱلَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيْكَ وَمَآ أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ وَبِٱلْءَاخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ
dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.
أُو۟لَٰٓئِكَ عَلَىٰ هُدًى مِّن رَّبِّهِمْ ۖ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ
Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.
Penceramah dalam kesempatan kali ini juga memberikan nasehat dengan menceritakan kembali perjalaan Nabi Muhammad ﷺ, tentang bagaimana Beliau ketika isra mi’raj diperlihatkan tentang siksaan bagi orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan bagaimana Allah berikan kenikmatan kepada orang-orang yang beriman kepada-Nya. Acara pembinaan rohani ini tidak hanya menjadi momen untuk memperdalam pemahaman agama, tetapi juga menjadi sarana penyegaran spiritual yang sangat dibutuhkan di tengah kesibukan tugas dan tanggung jawab sehari-hari. Diharapkan melalui kegiatan ini, semangat untuk menjadi pribadi yang bertakwa dapat tumbuh dan tercermin dalam sikap, tutur kata, serta integritas dalam bekerja dan bermasyarakat.

Sementara itu, di tempat terpisah, pegawai yang beragama Nasrani juga melaksanakan kegiatan pembinaan kerohanian yang dipimpin oleh Hakim Yohanes Christian Motulo, S.H.

Kegiatan ini diisi dengan doa bersama, pembacaan firman Tuhan dan renungan yang menekankan pentingnya hidup dalam kasih, kejujuran, serta pengabdian yang tulus dalam menjalani tugas dan pelayanan. Pembina kerohanian menyampaikan Firman Tuhan, yang berbunyi;
“Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.” Pengkhotbah 3:11.
Firman Tuhan dalam Pengkhotbah 3:11 menyatakan:
“Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya…”
Ini adalah janji yang luar biasa. Tuhan bekerja tidak dengan tergesa-gesa, tetapi dengan penuh perhitungan dan kasih. Kita mungkin tidak selalu mengerti jalan-Nya, tetapi kita dapat mempercayai hati-Nya. Tuhan tahu kapan saat yang tepat.
Sering kali kita merasa kecewa karena apa yang kita doakan tidak terjadi sesuai dengan waktu yang kita inginkan. Kita berpikir, “Mengapa Tuhan tidak menjawab sekarang juga?” Tapi sebenarnya, Dia sedang memproses kita. Waktu-Nya bukan waktu kita, tetapi waktu-Nya selalu sempurna.
Perhatikan bagian kedua ayat itu:
“manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.”
Tuhan bekerja dalam dimensi yang jauh lebih besar dari yang bisa kita pahami. Ada banyak hal yang tidak terlihat oleh mata, tapi sedang ditata oleh tangan Tuhan. Dalam kesabaran, dalam penantian, Tuhan sedang menenun sesuatu yang indah — mungkin bukan sekarang, tapi pasti pada waktunya.
Contohnya, Yusuf dalam Perjanjian Lama. Ia dijual sebagai budak oleh saudara-saudaranya, dipenjara secara tidak adil, dan ditinggalkan begitu saja. Namun di balik semua itu, Tuhan sedang menyusun rencana besar. Dan pada waktunya, Yusuf diangkat menjadi penguasa di Mesir. Jika Yusuf menyerah karena kecewa, ia takkan pernah melihat keindahan rencana Tuhan itu.

Demikian pesan-pesan yang disampaikan oleh pemimpin kerohanian yang dilakukan oleh pegawai Nasrani. Melalui kegiatan ini, para pegawai Nasrani diharapkan terus menumbuhkan semangat spiritual dan memperkuat komitmen etika kerja yang berdasarkan ajaran kasih dan tanggung jawab.
Kegiatan keagamaan yang berjalan secara paralel ini menunjukkan semangat toleransi dan penghormatan terhadap keberagaman di lingkungan kerja. Dengan tetap menjaga kekhusyukan ibadah masing-masing, seluruh aparatur diharapkan dapat membangun kehidupan yang harmonis, saling menghormati, dan bekerja dengan integritas serta semangat pengabdian yang dilandasi oleh nilai-nilai keimanan. (PTIP/Mrk)
