Berita Terkini & Pengumuman
MENINGKATKAN KUALITAS PETUGAS PELAYANAN TERPADU SATU PINTU (PTSP) BANJARMASIN
Banjarmasin, 14 April 2026
Dalam rangka meningkatkan kualitas Pelayanan Prima pada Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang profesional, cepat, dan transparan, Direktorat Jenderal Badan Peradilan Militer dan Peradilan Tata Usaha Negara menggelar Pelatihan Peningkatan Kompetensi Petugas PTSP. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Bapak Direktur Jenderal Badimiltun, Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H. Dalam upaya standarisasi layanan kelas dunia, Ditjen Badimiltun menggandeng narasumber ahli, Dian Budi Wijaksono, yang menjabat sebagai Contact Center Departement Head Bank Syariah Indonesia.
Kegiatan strategis ini turut dihadiri secara daring oleh jajaran pimpinan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Banjarmasin, yakni Wakil Ketua Ibu Dewi Asimah, S.H., M.H. yang juga selaku Pengawas langsung Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Pengadilan Tata Usaha Negara Banjarmasin, dan Panitera Bapak Budiyono, S.H., M.M. Kehadiran mereka didampingi oleh segenap Petugas PTSP PTUN Banjarmasin yang terdiri dari unsur Aparatur Sipil Negara (ASN) serta karyawan outsourcing di bidang pengamanan yang telah menjadi satu kesatuan dalam sistem pelayanan terpadu.
Pemaparan materi oleh Dian Budi Wijaksono memberikan wawasan mendalam mengenai seni melayani dengan hati. Beliau menekankan pentingnya profesionalisme melalui gestur tubuh yang tepat saat menyambut pencari keadilan. Selain itu, pengaturan intonasi dan volume suara menjadi poin krusial agar setiap informasi yang disampaikan terdengar ramah dan solutif di telinga tamu. Narasumber juga membagikan teknik psikologi pelayanan dalam memahami karakter seseorang melalui gerak-gerik dan cara berkomunikasi, sehingga petugas mampu menentukan sikap yang paling tepat dalam menghadapi berbagai tipe pengunjung.
Suasana pelatihan semakin dinamis saat memasuki sesi tanya jawab interaktif. Salah satu poin penting yang dibahas adalah strategi menghadapi masyarakat yang masih memiliki keterbatasan dalam memahami teknologi informasi di lingkungan Mahkamah Agung. Menanggapi hal tersebut, narasumber menyarankan agar petugas memberikan pendampingan langsung melalui sosialisasi yang komunikatif. Langkah ini dinilai efektif tidak hanya sebagai solusi teknis, tetapi juga memberikan rasa dihargai bagi penerima layanan sehingga permasalahan mereka benar-benar terselesaikan dengan baik.
Selain itu, dibahas pula mengenai tantangan petugas saat berhadapan dengan pihak yang melakukan perekaman video terhadap petugas di area PTSP. Solusi yang ditawarkan adalah fokus pada hal-hal yang dapat dikontrol oleh petugas, seperti menyatakan keberatan secara sopan dan tetap mengedepankan komunikasi solutif atas kendala yang dialami tamu. Petugas juga didorong untuk melakukan introspeksi diri, mengingat tindakan perekaman sering kali dipicu oleh rasa ketidakpuasan terhadap layanan yang diberikan.
Sebagai penutup materi, Dian Budi Wijaksono menggarisbawahi tiga faktor utama agar pembicaraan dapat diterima dengan baik oleh lawan bicara, yaitu komunikasi yang terstruktur, teratur, dan terukur. Beliau juga menegaskan bahwa faktor terkuat dalam menciptakan pelayanan publik yang prima adalah adanya manajemen yang sehat di dalam satuan kerja tersebut.
Melalui pelatihan ini, Bapak Direktur Jenderal Badimiltun, Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H. menaruh harapan besar agar seluruh satuan kerja dapat mewujudkan PTSP yang unggul dan berorientasi pada pelayanan prima. Semangat ini diharapkan menjadi pondasi utama dalam meraih kepuasan masyarakat serta memberikan keadilan yang nyata bagi para pencari keadilan di seluruh Indonesia.(PTIP/Mrk)


